Kubu Prabowo Beber Sumber 'Celengan Rahasia' Rp104 T Buat Penuhi Janji Kampanye

Advertisement

Kubu Prabowo Beber Sumber 'Celengan Rahasia' Rp104 T Buat Penuhi Janji Kampanye

Kamis, 21 Desember 2023

 


Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Drajat Wibowo mengatakan ada sumber 'celengan rahasia'  pendanaan baru yang bisa digunakan jagoannya untuk membiayai program dan janji kampanye jika menang Pilpres 2024.

Menurutnya, sumber itu kini tergembok dalam satu pasal sebuah aturan. Uang itu bisa didapat melalui revisi satu pasal dari satu aturan itu.


"Ada satu peraturan yang tinggal satu pasal, kalau kita ubah pasal itu Rp104 triliun bisa kita rilis dari situ," ujarnya di Jakarta, Selasa (19/12).



Kendati begitu, Drajat enggan mengungkapkan lebih detail mengenai dana tersebut, serta aturan apa yang dimaksud. Hal tersebut dikatakan masih rahasia sampai nanti disampaikan langsung oleh Prabowo atau Gibran.

"Belum bisa saya share karena siapa tahu itu nanti disampaikan Mas Gibran waktu debat," jelasnya.


Adapun dana tersebut menjadi salah satu solusi bagi Prabowo-Gibran untuk merealisasikan program makan siang gratis, energi hijau dan lainnya yang ditawarkan saat kampanye. Drajad menjelaskan anggaran negara saat ini terbatas, sehingga diperlukan sumber penerimaan baru.


"Kita sedang menyisir berbagai sumber penerimaan. Bukan hanya Rp1.000 triliun lebih untuk ekonomi hijau, minimal Rp400 triliun untuk makan siang gratis," jelasnya.


Selain revisi aturan, pihaknya menemukan beberapa sumber penerimaan baru yang sudah diputuskan dari beberapa kasus. Ini juga akan menjadi tambahan pendanaan program jika nanti menang.


"Ada beberapa kasus yang sudah inkracht, itu dananya belum masuk. Itu cukup banyak, sudah inkracht dana belum masuk. Waktu saya bertugas di lembaga, itu jumlahnya Rp90 triliun lebih. Sekarang saya belum tahu, mungkin jumlahnya bertambah. Itu bisa kita gali," ungkapnya.


Selanjutnya, pihak Prabowo-Gibran juga melihat ada sumber pendanaan baru dari perbaikan di sistem perpajakan saat ini, terutama dari pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Namun, lagi-lagi tidak dijelaskan secara rinci.


"Kita perlu berbagai perombakan di rezim perpajakan. Rinciannya belum saatnya saya sampaikan, tapi di rezim PPN kita perlu beberapa hal perlu banyak kita


Baca artikel CNN Indonesia "Kubu Prabowo Klaim Punya 'Celengan Rahasia' Rp104 T Buat Penuhi Janji"